Kirimkan karya anda (naskah dan gambar) ke redaksi@jurnaldigital.com atau video ke video@jurnaldigital.com

 

Semusim Kebanjiran 11 Kali,

Tak Pernah Dapat Bantuan
post 05/03/2010, oleh armann prana

Bojonegoro, Jawa Timur [lihat video]
"Dalam musim hujan tahun ini saja, sudah sebelas kali kebanjiran. Tapi ya masih belm juga ada bantuan apa-apa," demikian diungkapkan oleh Ketua RT di dukuh Kedungsumber, Desa Sugihan, Kecamatan Temayang (04/03/2020). Kondisi rumahnya masih tergenang air bercampur lumpur setinggi satu meter setelah banjir menerjang wilayah itu.

Desa Sugihan merupakan wilayah langganan banjir bandang, setiap kali musim penghujan sekitar 1200 jiwa yang tinggal di sekitar aliran Sungai Pajeng itu selal dihantui oleh datangnya bencana banjir bandang.

"Air yang datang dari wilayah perbukitan membawa material lumpur," tutur warga lainnya. Menurut mereka, hal itu juga berakibat terus menerus terjadi pendangkalan di dasar sungai, akibat menumpuknya material lumpur.

Satu-satunya tindakan pemerintah setempat adalah dengan memasang Early Warning System (EWS) di Sungai tersebut. "Belum ada pembenahan bantaran, pengerukan sungai maupun tindakan lainnya," tambahnya.

Ditanya mengenai manfaat EWS yang dipasang sekitar 500 meter dari pemukiman warga, mereka mengaku tak terlalu berperngaruh. "Warga sini sebenarnya punya sistem peringatan sendiri," katanya.

Menurut mereka, biasanya saat cuaca mendung warga selalu telah siap. "Kalau di gunung selatan mendung gelap, disini hujan dan air sungai mulai keruh itulah tandanya," ujar warga lainnya.

Saat ada tanda-tanda banjir hendak melanda, warga mulai memukul kenthongan. Lalu kesibukan mengangkat perabot rumahpun mulai tampak sangat ramai. "Kalau warga yang rumahnya terlalu rendah, mereka akan mengungsi untuk sementara waktu," ujarnya.

Peistiwa banjir bandang yang ke-11 dalam musim penghujan tadi malam, cukup mengejutkan warga. "Tidak ada hujan, jadi ya tidak peringatan. Alarm memang berbunyi, tapi karena jaraknya yang terlalu pendek, tidak memberi waktu bagi kami untuk siap-siap," tambah yang lainnya.

Akibatnya, arus deras air bercampur lumpur setinggi satu meter pun sempat menghanyutkan perabot rumah warga. Bahkan beberapa rumah warga dindingnya jebol diterjang arus. (jd.com)