Kirimkan karya anda (naskah dan gambar) ke redaksi@jurnaldigital.com atau video ke video@jurnaldigital.com

 

FOTO: Jurnaldigital.com

Pebisnis dan Peternak Tokek:

Harganya Mencapai Semilyar per Ons

post 12/03/2010, oleh armann prana

Bojonegoro, Jawa Timur [lihat video]
''Tolong kalau bisa alamat saya jangan disebutkan dengan jelas,'' demikian diucapkan oleh Ali, warga Kecamatan Kota Bojonegoro. Dirinya secara terus terang mengaku khawatir akan ada perampok yang menggarong rumahnya.
Ali merupakan pengrajin mebel yang sejak 5 bulan terakhir mlai menggeluti bisnis dan beternak hewan tokek. ''Pertama kali tertarik adalah berdasarkan informasi dari anak saya, kebetulan anak saya hobby internetan,'' tambah Ali.
Menurut informasi dari anaknya, hewan tokek memang merupakan komoditas yang banyak diburu oleh pembeli dari luar negeri. ''Yang mencari dari Thailand, Jepang, Singapura, dan Korea. Terus ditambah lagi saya mendengar ada transaksi di Kecamatan Ngasem yang nilainya mencapai Rp 2,5 Miliar,'' tambah Ali.
Dari situlah Ali mulai bertekad untuk menekuni bisnis hewan yang dikatakannya bisa digunakan untuk penyembuhan kecanduan narkoba dan terapi alat vital wanita tersebut.
Ditanya seputar bisnis dan peternakan tokek, dengan semangat Ali bercerita panjang lebar. ''Kata orang, beternak tokek itu butuh wakt lama, tapi ini saya sudah menemukan kiat khusus. Hanya dua bulan pertumbuhannya sudah sangat pesat,'' ujarnya.
Dia membagi kiatnya, yakni mengenai perawatan dan menu konsumsi hewan tersebut. ''Yang paling sering membuat tokek stress dan terhambat pertumbuhannya saat di dalam kandang, adalah karena terluka,'' katanya.
ntuk it, ia memilih jenis kawat khusus yang dibalut dengan lapisan karet untuk mencegah mulut dan lidah tokek terluka saat memangsa serangga yang ada di luar kandang. ''Kalau makananya, ya serangga dan ditambah dengan susu,'' kata Ali.
Ali juga mengatakan bahwa jenis tokek yang paling diburu dan tinggi harganya adalah tokek yang hidup di dalam rumah. ''Harga per ons nya bisa mencapai satu milyard kalau bobotnya lebih dari 4 ons,'' terangnya.
MEmang Ali juga mengaku bahwa selama dirinya menggeluti ternak tokek ini, masih belum berhasil melakukan transaksi dengan nilai yang spektakuler. ''Paling mahal yang pernah saya jual adalah Rp 10 juta. Lebih sering dibeli oleh teman untuk coba-coba, yah nilainya cuma Rp 100 ribu sampai Rp 300 ribulah lah per ekor,'' katanya.
Seperti halnya bisnis barang 'tak lazim' lainnya Ali menjelaskan bahwa pembeli tokek mempunyai beberapa lapisan, yang disebutnya dengan Ring Satu, Ring Dua, Ring Tiga dan seterusnya. (jd.com)