Kirimkan karya anda (naskah dan gambar) ke redaksi@jurnaldigital.com atau video ke video@jurnaldigital.com

 

FOTO: Jurnaldigital

18 Sekolah Tak Layak Gelar UNAS

Siswa Dipindah Ikut UNAS Sekolah Lain

post 23/03/2010, oleh Arman Prana

Bojonegoro, Jawa Timur
Sebanyak 18 sekolah setingkat SLTA di Bojonegoro, dinyatakan tidak layak untuk melaksanakan Ujian Nasional (UNAS). Menyusul standard kelayakan atau akreditasi yang belum terpenuhi oleh pihak sekolah yang bersangkutan.

‘’Karena sekolah-sekolah tersebut tidak layak,’’ terang Hanafi, selaku Kabiddikmen Dinas Pendidikan Bojonegoro. Seluruh sekolah yang dianggap belum layak tersebut adalah sekolah swasta yang tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Bojonegoro.

Agar para anak didik yang belajar di sekolah-sekolah tersebut, akhirnya mereka harus rela menjalankan UNAS dengan cara digabung. ‘’Sudah kami bagi menurut rayon dan sub rayon yang ada,’’ tambahnya.

Beberapa persyaratan akreditasi yang dimaksud adalah mengenai kelengkapan sarana dan pra sarana sekolah dan kelengkapan tenaga pendidik dan kependidikan. Salah satu sekolah tujuan adalah di Madrasah Aliyah Negeri 1 Bojonegoro, yang menampung sebanyak 19 murid dari MA Mambul Ulum Klepek, Sukosewu.

‘’Dari 19 siswa tersebut hanya 17 siswa yang hadir,’’ terang Drs H Asyik Syamsul selaku kepala sekolah MAN 1. Bagi siswa, satu-satunya kendala adalah mengenai jauhnya jarak menuju lokasi sekolah pindahan tersebut. ‘’Tidak ada biaya tambahan, hanya jaraknya 15 kilometer. Jadi mereka harus berangkat lebih pagi,’’ pungkasnya. (Jd.com)

 

YANG DINYATAKAN TAK LAYAK GELAR UNAS 2010

SMA Nurul Ulum

Was. Huda

SMA PGRI Kasiman

SMA PGRI Kanor

MA Mambul Ulum Klepek

MA Al Arqom Balen

MA Darul Ulum Kanor
MA Tanwiriyah Baureno

MA Al Munawar Dander

MA Nurul Muttaqien

MA Al Khoiriyah Balen

MA Muhammadiyah Kanor

MA Miftahul Huda Padangan

SMK Wahid Hasyim Jipo

SMK Taruna Balen

SMK Miftahul Huda Baureno

SMK Nasional Temayang

SMK At Tanwir