Kirimkan karya anda (naskah dan gambar) ke redaksi@jurnaldigital.com atau video ke video@jurnaldigital.com

 

GRAFIS: Jd.com

Terinspirasi Queen Elizabeth,

Jumenangan Digelar di Borobudur
post 07/03/2010, oleh armann prana

Magelang, Jawa Tengah
Bila sebelumnya Jumenengan (penobatan) Sri Sultan Hamangkubuwono ke X selalu digelar di dalam kompleks kraton, pada Jumenengan yang ke-21 kali ini ada yang berbeda. Kali ini Sri Sultan justru memilih melakukan Jumenengan di kompleks taman wisata candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Menurut Sri Sultan, pemilihan lokasi tersebut diharapkan dapat menambah knjungan wisatawan asing ke tempat yang pernah tercatat sebagai salah satu bangunan terajaib di dunia tersebut. Jumenengan itu sendiri, merupakan adat dan penanda sejarah bahwa Sri Sultan Hamengkubuwono X telah dinobatkan sebagai pemimpin tertinggi keraton Yogyakarta sejak 7 maret 1989, setelah Sri Sultan Hamengkubuwono IX, ayahnya, meninggal.
“Acara ini terus terang terinspirasi dari seremonial kerajaan Inggris, yakni saat penobatan Ratu Elizabeth di Istana Buckingham dan di gereja. Dan ternyata berhasil mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar,” ujar Dharmono, selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur.
Jumenengan ke 21 tersebut, berisi pemutaran film acara penobatan Sri Sultan tempo dulu, yakni pada tahun 1989 lalu, serta pertunjukkan khas Keraton Yogyakarta yakni pagelaran tari Lawung Ageng yang diciptakan Raja Keraton Yogjakarta, Sri Sultan Hamengkubowono ke I.
Sementara itu, dalam pidato sambutannya Sri Sultan Hamengkubuono ke X mengatakan bahwa pesan yang disampaikan dalam perayaan Jumenengan itu adalah mengenai terciptanya peradaban kebudayaan baru serta meningkatnya potensi wisata di Indonesia. (jd.com)