|
GENDING KEHIDUPAN
"Bediding",
gending kehidupan
selalu mengalun
bak syair biru merenda kelamnya malam
merunut
meraba
mengais
dan menghiba
berdecak tak terkira
selalu menangis berderai dan tertawa gembira
Gesekan dedaunan di pepohonan semilir
bersimbah tanah dan rerumputan
merah putih, di batu nisan abadi
si daun "bidara", "kelor" dan "lokcan" yang meratap mimpi
mengikuti dinginnya sepi
;Senyum manis melenggang keluar dari gerbang kematian
Bojonegoro, 4 Maret 2010
Slamet Agus Sudarmojo
Catatan,
Puisi ini saya peruntukkan kepada mas Sunudyantoro, redaksi
Tempo di jakarta dan Mintono, sejawat saya di Bojonegoro,
dan pihak lain yang merasa memberikan inspirasi segar kepada
saya.
terimakasih.
Salam semuanya. |
 |